Selamat datang di blog ala ala ini!

Selamat datang di blog ala ala ini!

Variasi Ikan Cupang




VARIASI IKAN CUPANG

Laporan Observasi
Disusun guna memenuhi tugas Mata Kuliah Praktikum Genetika
Dosen Pengampu Noor Aini Abibah, S.Si, M.Si
Parmin
 
                                                                    Disusun Oleh :
                 1.     Sugeng Riyanto BU / 4401407006
                2.     Sri Lestari / 4401407010
                3.     Fajar Adinugraha / 4401407029
                4.     Nurul Anisa / 4401407051
                    Rombel : 02




JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2009
VARIASI IKAN CUPANG

I.      Latar Belakang
Genetika merupakan salah satu bidang ilu yang sejak dulu sudah menerik perhatian manusia. Genetika adalah ilmu yang mempelajari  cara sifat diwariskan karena dengan genetika dapat diketahui bagaimana transfer gen atau informasi biologi dari satu sel ke sel yang lain atau dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Genetika sebagai salah satu cabang Biologi di dalam perkembangannya tidak lepas dari cabang biologi yang lain atau bahkan dengan ilmu pengetahuan yang lain, sehingga kita kenal berbagai cabang genetika seperti genetika sel, genetika molekuler, genetika biokimia,  genetika kedokteran, dll.
Pendekatan genetika digunakan untuk mengungkap proses-proses biologi, sebagai contoh genetika molekuler digunakan untuk mengungkap berbagai fenomena kehidupan, misalnya fotosintesis, respon imun, kekerabatan dalam dan antar species makhluk hidup.Genetika banyak membantu dalam mempelejari evolusi, embriologi, sitologi, dan biosel. Genetika juga digunakan dalam berbagai ilmu terapan dalam menghasilkan produk. (Widianti, Tuti:2009)
Dalam trend budidaya ikan hias, variasi warna dan bentuk sangat mempengaruhi nilai dari suatu spesies ikan. Semakin unik warna dan bentuknya maka akan semakin tinggi nilai jualnya. Variasi warna dan bentuk itu dipengaruhi oleh variasi genetik.
Di sentra ikan hias, tampilan cupang hias (Betta sp) cukup menarik perhatian. Barangkali karena warnanya yang menarik. Dan belakangan ini satwa air ini sedang naik daun. Mungkin inilah satu-satunya ikan yang memiliki situs di internet terbanyak, yakni 27 buah.
Penggemarnya pun tidak terbatas dari kelas gedongan saja, namun juga kaum pinggiran, mulai anak-anak hingga kakek-kakek. Di mana-mana orang mengoleksi dan berburu jenis (warna) baru.
Penggemarnya pun tidak terbatas dari kelas gedongan saja, namun juga kaum pinggiran, mulai anak-anak hingga kakek-kakek. Di mana-mana orang mengoleksi dan berburu jenis (warna) baru. Jika sudah begini jadinya, persoalan harga biasanya tidak masalah lagi. Apalagi kontes ikan ini kerap digelar di kota-kota besar oleh para penggemarnya. Bagi pemilik cupang yang memenangkan kontes, otomatis akan menaikkan gengsi sang pemiliknya dan mendongkrak harga jualnya. Keturunannya (anak cupang) juga bakal laku di pasaran dan untung sudah di depan mata.Cupang ini, khususnya yang jantan mempunyai bentuk tubuh yang langsing, proporsional, sirip yang panjang, dan warna yang lebih mengkilat. Oleh sebab itu tidak heran bila banyak yang ”jatuh cinta”.

II.                Tujuan
1.                   Untuk mengetahui variasi warna sirip pada ikan cupang
2.    Untuk mengetahui variasi bentuk sirip ikan cupang.

III.             Rumusan Masalah
1.Bagaimana variasi warna sirip ikan cupang?
2. Bagaimana variasi bentuk sirip ikan cupang?

IV.             Manfaat
a.       menambah wawasan tentang variasi warna ikan cupang
b.      menambah wawasan tentang variasi bentuk ikan cupang
c.       memberikan pengetahuan karakter dan sifat ikan cupang
d.      memberikan ide berwirausaha ikan cupang

V.                Bahan/ Alat yang Digunakan
1.      Ikan cupang (Betta sp)  23 ekor
2.      Alat tulis
3.      Serok ikan
4.      Kamera digital
VI.             Cara Kerja
1.      Mengamati 23 ekor Betta sp.
2.      Menentukan variasi sifat  yang akan diamati antara lain bentuk sirip, warna sirip, warna sisik tubuh, dan warna moncong.
3.      Mengamati sifat yang telah ditentukan dan mencatat dalam lembar pengamatan.

VII.          LANDASAN TEORI
a. Ciri Fisik Ikan Cupang
Ciri-ciri khas yang dimiliki oleh ikan cupang hias jantan adalah selain warnanya yang indah, siripnya pun panjang dan menyerupai sisir serit, sehingga sering disebut cupang serit. Sedangkan ikan betina warnanya tidak menarik (kusam) dan bentuk siripnya lebih pendek dari ikan jantan.
            Salah satu daya tarik cupang hias (Betta splenders) adalah banyaknya variasi bentuk sirip dan
aneka warna yang dipunyainya. Helai sirip cupang menjulang seperti selendang yang disebut juga
slayer. tulang sirip mencuat keluar dari helai sirip menambah variasi penampilan cupang hias.

b. Cara Berkembang Biak
Ikan ini berkembang dengan cara bertelur dan telurnya menempel pada substrat seperti akar tanaman, daun-daun atau serabut rapia.

Anatomi Eksternal Ikan Cupang





VIII.        HASIL PENGAMATAN
Tabel Variasi Sifat pada Lele Dumbo (Clarias gariepinus)
Nama Hewan
Sifat yang Diamati
Variasi Sifat yang Dijumpai
Jumlah

Betta sp.A
1.      Warna sirip ekor

Hitam
5

Merah
4

Jingga
6

Biru
5


Hijau
3





2.      Warna sirip puggung

Biru
4

Merah
5

Hitam
7

Hitam kemerahan
2

Jingga
1

Hijau
1

Abu-abu
1

Biru
2

3.      Warna sirip anal

Merah
8

Abu-abu
1

Biru
5

Jingga kemerahan
4

Merah kebiruan
2

Hitam kehijauan
2

Hitam kemerahan
1

4.     Warna moncong
Merah
12

Hitam
11




























 

  1. Tipe Sirip Butterfly
    Disebut juga dengan nama serit bulan atau serit kapas. Semua sirip berbentuk lebar dengan
    sirip ekor polos tanpa ada tulang sirip yang mencuat keluar. Apabila sedang mekar,
    maka seluruh sirip akan saling menutupi sehingga berbentuk seperti bulan.
sirip BUTTERFLY sirip BUTTERFLY


2. Tipe Sirip Cagak
Mirip dengan bentuk butterfly hanya saja sirip ekor terbelah dua di tengah sehingga
biasa disebut juga double tail. Pembelahan di tengah tidak selalu harus simetris.
Variasi dari tipe cagak antara lain tipe sirip berduri dan polos. Tipe cagak disebut
juga split tail. Apabila posisi sirip punggung sejajar dengan posisi sirip perut disebut
double tail super delta.
sirip CAGAK     sirip CAGAK

3. Tipe Serit Tunggal
Disebut juga comb tail karena tulang siripnya menjulur keluar membentuk ruas seperti
sisir. Bentuk sertit tunggal terlihat rapih.
sirip SERIT TUNGGAL




sirip SERIT TUNGGAL  
4. Tipe Serit Silang
Bentuk ini tergolong langka karena peluang kejadiannya satu ekor di antara ribuan
anakan cupang. Karakter ini belum bisa dikembangkan untuk menjadi strain baru.
Serit silang disebabkan pembentukan dari tulang sirip ekor yang saling bertentangan.
sirip SERIT SILANGsirip SERIT SILANG
5. Tipe Serit Ganda
Merupakan strain khas Indonesia, disebut juga ekor mahkota atau crown tail
atau ekor mahkota. Oleh International Betta Congres (IBC) terdaftar sebagai
kategori baru. Crown tail mempunyai ciri bagian ujung tulang sirip terpecah menjadi
2 atau 3 bagian.
sirip SERIT GANDAsirip SERIT GANDA  

6. Tipe Double ray
Tipe serit 2 pada perkembangan selanjutnya terbelah lagi menjadi serit 4 dan
seterusnya serit 8. Tipe serit 4 ada 2 macam yaitu berangkai dalam satu poros
(disebut fourth) dan model 2 poros (diistilahkan sebagai dua - dua, dirumuskan
sebagai DDR atau double - double - ray). Pada tipe serit terbelah 8 dirumuskan
sebagai DDDR atau  double - double - double - ray.

7. Tipe Highfin / Halfstand
Posisi sirip punggung berdiri tegak. Pangkal sirip punggung hampir sama
besar dengan pangkal sirip perut. Istilah highfin atau halfstand akan ditambahkan
pada penamaan cupang sebelumnya. Misalnya apabila tipe serit ini terdapat
pada cupang bertipe crown tail maka akan disebut crown tail halfstand.

8. Tipe  Halfmoon
Seluruh sirip saling menyatu membentuk setengah lingkaran atau separuh badan.
Posisi pangkal depan sirip punggung sejajar dengan pangkal sirip perut. Tipe
halfmoon kadang-kadang dijumpai terdapat pada tipe sirip cagak dan tipe butterfly.

9. Tipe Serit Balon
Tipe serit balon mirip dengan tipe serit ganda tetapi pada setiap helai siripnya
mengembang membentuk gelembung seperti balon. Cupang bertipe serit balon
berpenampilan sangat gagah sehingga seringkali dijuluki maskulin crown tail.

10. Tipe Merak
Tipe ekor serit merak sepintas mirip serit ganda, hanya berbeda pada panjang
ekor. Serit berekor pendek, mekar dan bulat. Sirip perut dan sirip punggung
lebih panjang jika dibandingkan dengan sirip ekor. Tipe merak disebut
juga peacock crown tail

Kriteria Penilaian Cupang Hias
Dasar penilaian cupang hias jenis Serit (Crown Tail) adalah terletak pada 3 faktor penting yaitu :
1. Bentuk Tubuh : proporsi, kerapihan sirip atas/bawah/ekor
2. Warna Tubuh : Dasar/solid, kombinasi, mascot. ·
3. Kesehatan & Mental : sehat, tidak cacat, pemberani (tidak bacul). Bentuk Tubuh : Faktor bentuk tubuh yang menjadi tolok perhatian adalah tubuh yang proporsional dan sirip/serit atas, bawah dan ekor rapi dan tidak patah.
Khusus untuk Serit pada ekor jika serit 2 semuanya harus 2 demikian juga untuk serit 4, tidak boleh ada serit yang tidak beraturan atau dikalangan hobist cupang biasa disebut dengan sirip Djie Sam Soe (2-3-4).
Serit cupang bentuk baru yang dikatakan langka adalah berserit 8 bahkan ada yang 16 serta Serit Silang atau dijuluki King Crown Tail.
Untuk jenis Halfmoon ekor harus membentang 180 derajat, bahkan saat ini sudah ada yang lebih dari itu atau disebut Over Halfmoon.
Untuk Jenis Double Tail bentuk ekor menyerupai gambar “love” dan bentuk ekor atas dengan bawah tidak boleh ada yang lebih besar harus proporsional dan simetris.
Warna :
Warna dibagi dalam 3 kelompok yaitu
1. Warna Dasar/Solid ; seluruh bagian tubuh dan sirip/fin harus memiliki satu warna yang sama, misalnya merah, biru, abu-abu (steel), hitam, kuning, putih.
Apabila pada bagian dasi (dorsal fin) membawa warna lain yang berbeda atau ada semburat warna lain dibagian tubuh/sirip maka tidak dapat dikatagorikan sebagai warna dasar.
2. Warna Kombinasi ; pada bagian tubuh atau sirip/fin memiliki perpaduan 2 atau lebih warna yang berbeda misalkan biru-merah, hitam-merah, merah-steel, hijau-merah, dll.
3. Warna Maskot ; sering juga disebut dengan Cambodian, pada tubuh ikan didominasi paduan warna merah keputihan ataupun warna lain seperti abu-abu, biru, dan hijau. Ada beberapa jenis ikan cupang hias memiliki warna langka dalam arti belum banyak terdapat di pasaran antara lain warna putih solid, kuning solid, mustard gas, purple gas marble (blantong), tricolor, dan warna tembaga (copper).
Pada jenis crown tail (serit) ikan yang memiliki warna bening pada siripnya (jenis butterfly) saat kontes seringkali di-diskwalifikasi oleh juri.
Sedangkan pada jenis Halfmoon dan Double Tail klasifikasi warna diatas termasuk jenis Butterfly diabaikan.
Ukuran Ikan. Umumnya dalam tiap kontes cupang hias di Indonesia yang dikelompokkan kedalam 3 kelompok ukuran panjang tubuh dan 3 kelompok warna, yaitu : Ø Ukuran Senior (ukuran tubuh 6 cm ke atas) : untuk warna dasar, kombinasi dan warna maskot; Ø Ukuran Yunior (ukuran tubuh 4 cm - 6 cm) : untuk warna dasar, kombinasi dan warna maskot; ukuran small; dan Ø Halfmoon & Double Tail : ukuran dan warna bebas. Walaupun kadang-kala ada penambahan kelas tambahan seperti kelas bebas (bebas warna/serit), bonsai/unik, betina, dan jenis Plakats yang saat ini mulai diminati. Cupang yang baik memiliki ekor lebar membentuk sudut 180 derajat dan memiliki serit tebal. Untuk jenis serit (crown tail) harus sama jumlah serit pada ekornya. Letak ekor seimbang dalam arti di tengah-tengah dan tidak menjorok ke atas/kebawah.
Warna : Hijau
Ukuran : 3,5 (Medium)
Jenis Kelamin : Male
Warna : Abu-abu Ukuran : 3,5 cm (Medium) Jenis Kelamin : Male
Warna : Cooper Ukuran : 3,5 cm (Medium) Jenis Kelamin : Male

Warna : Merah
Ukuran : 3,5 (Medium)
Jenis Kelamin : Male
BETA DRAGON