Selamat datang di blog ala ala ini!

Selamat datang di blog ala ala ini!

PEMBUATAN BERAS ANALOG SUKUN (Artocarpus communis ) SEMI INSTAN SEBAGAI BAHAN PANGAN ALTERNATIF PENGGANTI BERAS


BIDANG: ILMU PENGETAHUAN HAYATI (PANGAN DAN PERTANIAN)





PEMBUATAN BERAS ANALOG SUKUN (Artocarpus communis )
SEMI INSTAN SEBAGAI  BAHAN PANGAN
ALTERNATIF PENGGANTI BERAS
Laporan Penelitian
Disusun untuk mengikuti Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR)
Ke 47 tahun 2015






Disusun Oleh:
Leon Hanson
Stephen Yonathan

SMA CITRA KASIH JAKARTA
CITRA GARDEN CITY 5 BLOK H NO 1-3, KALIDERES JAKARTA BARAT

2015

PEMBUATAN BERAS ANALOG SUKUN (Artocarpus communis ) SEMI INSTAN SEBAGAI  BAHAN PANGAN
ALTERNATIF PENGGANTI BERAS

ABSTRAK

Beras sebagai makanan pokok semakin hari semakin berkurang ketersediaannya. Apabila sawah tidak dikelola secara berkelanjutan, produksi beras akan semakin tidak mencukupi. Kita harus mencari alternatif lain pengganti beras sebagai sumber karbohidrat yang dibutuhkan untuk tubuh kita. Salah satu buah yang memiliki karbohidrat tinggi adalah sukun. Sukun merupakan tanaman tropis yang bisa ditanam di seluruh daerah di Indonesia. Sukun memiliki kadar karbohidrat yang cukup tinggi. Selama ini sumber karbohidrat yang dapat dibuat beras analog adalah jagung dan singkong. Penulis mencoba membuat beras analog sukun semi instan. Semi instan yang dimaksud adalah konsumen tidak perlu memasak dalam tempo waktu yang lama.
Jenis penelitian yang digunakan adalah percobaan laboratorium dan uji daya terima masyarakat menggunakan analisis sensori. Penulis melakukan percobaan dengan dua jenis sukun berbeda (sukun dari Jakarta dan sukun dari Purworejo). Selain itu, beras analog sukun semi instan dilakukan uji daya terima masyarakat dan dianalisis dengan analisis uji daya terima Friedman.
Komposisi pembuatan beras analog ini adalah 100% buah sukun Purworejo tanpa bahan tambahan pangan. Awalnya sukun dikeringkan dengan cara dijemur di bawah sinar matahari selama 1 minggu. Setelah itu, gaplek sukun akan terbentuk. Gaplek sukun dipotong kecil dengan penggilingan jagung. Beras analog yang dihasilkan agak berwarna kecokelatan. Lama pengukusan sekitar 5-7 menit. Dengan waktu yang singkat ini maka beras analog ini dapat dikatakan sebagai semi instan. Rasa dari buah sukun ini manis namun sedikit pahit setelah ditelan. Hal ini karena mungkin ada sukun yang busuk ikut tergiling dan pengupasan kulit sukun yang kurang bersih.
Penulis melakukan uji daya terima masyarakat. Penulis membandingkan daya terima nasi, nasi tiwul (terbuat dari gaplek singkong), dan nasi analog dari sukun. Responden yang dipilih adalah metode acak. Dari hasil analisis, ternyata tidak ada perbedaan (sama) daya terima masyarakat terhadap kedua jenis beras. Dari hasil analisis data, tidak terdapat perbedaan daya terima masyarakat terhadap ketiga jenis makanan tadi. Responden lebih memilih mengkonsumsi beras dari padi daripada beras dari sukun dan nasi tiwul. Hal ini karena masyarakat sudah terbiasa dengan nasi. Apabila pengolahan beras analog sukun ini lebih baik dan ada kampanye dari pemerintah, mungkin masyarakat akan beralih dari pangan beras padi ke pangan non beras padi.
Beras analaog sukun semi instan diharapkan mampu sebagai bahan pangan pengganti beras dari padi. Buah sukun apabila dimanfaatkan dengan baik akan memiliki nilai guna lebih dibanding sekadar sebagai olahan gorengan atau keripik. Peran pemerintah sangat besar untuk menggalakkan kampanye makan bahan pangan non beras agar tidak perlu lagi cemas lagi saat stok beras berkurang.

Kata kunci: sukun, beras analog sukun, semi instan, alternatif non-beras

0 komentar:

Poskan Komentar